Bupati Tabalong Gandeng POLTEKSI Gresik, Cetak 1.000 Lulusan Perguruan tinggi Unggul Berbasis Industri
Kampus di Gresik bukan hanya jadi jujukan mahasiswa lokal, namun juga luar pulau. Hal itu terbukti dari kedatangan Pemerintah Kabupaten Tebolong Kalimantan Selatan ke Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) dan Politeknik Semen Indonesia (POLTEKSI).
Dalam kesempatan itu, Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, menandatangani nota kesepahaman dengan Politeknik Semen Indonesia (POLTEKSI) dan UISI di Gresik untuk mencetak 1.000 sarjana yang berfokus pada bidang teknik dan industri. Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) lokal dan menciptakan lulusan yang siap bersaing di dunia industri, khususnya dengan keberadaan pabrik semen di daerah tersebut.
Bupati Rifani menjelaskan fokus utama program ini adalah transfer pengetahuan dari industri, terutama dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan perusahaan Jepang (Sushi) yang berinvestasi di Indonesia. "Kami sangat tertarik berkolaborasi agar lulusan kami sesuai dengan kebutuhan pasar di daerah kami," ujarnya.
Lebih lanjut, program ini juga diarahkan untuk memberdayakan keluarga tidak mampu. Bupati berharap, "Anak-anak kami akan memiliki kesempatan yang sama dan menjadi `cahaya` bagi keluarga mereka. Pemerintah berupaya menurunkan angka kemiskinan dengan meningkatkan SDM keluarga miskin agar tidak lagi bergantung pada bantuan," katanya.
Sementara itu, Direktur POLTEKSI, Dr. Erlina Diamastuti, menyambut baik kerja sama ini. Beliau menekankan pentingnya sinergi dengan Semen Indonesia Grup agar lulusan POLTEKSI dapat langsung terserap. "Kami tidak hanya fokus pada manufaktur, tetapi juga akan mengembangkan bidang lainnya," tambah Dr. Erlina.
POLTEKSI memiliki keunggulan dengan mayoritas dosen yang merupakan praktisi dari Semen Indonesia Grup dan institusi lainnya. Hal ini bertujuan mempersempit kesenjangan antara dunia industri dan kampus, sehingga lulusan mampu mengimplementasikan ilmunya dan berkontribusi pada pengembangan masyarakat.
"Kami ingin mengembangkan potensi yang ada di daerah agar lebih sejahtera dan turut serta mewujudkan negara maju," kata Dr. Erlina.
Ia juga menambahkan bahwa kurikulum di POLTEKSI sudah terpapar langsung dengan kebutuhan industri, sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, guna memastikan lulusan memiliki daya saing tinggi di dunia kerja. ....